Jenis-Jenis dan Cara Efektif Membuat Broadcast Message
Blog
28 Apr 2026
Diperbarui pada 28 Apr 2026

Dalam konsep pemasaran bisnis, menjangkau banyak orang saja tidak cukup. Saat ruang digital dipenuhi dengan bahasa promosi, pesan yang terasa personal akan jauh lebih efektif menjangkau orang yang memang potensial menjadi pembeli. Hal ini yang membuat broadcast message menjadi salah satu pilihan promosi yang banyak digunakan dalam bisnis.  

 

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara memaksimalkan strategi broadcast message agar dapat tetap bersaing di tengah pasar? 

 

Mengenal Metode Broadcast Message 

Sebelum masuk ke pembahasan strategi, ada baiknya untuk mengenal lebih dalam apa itu broadcast message

 

Secara sederhana, broadcast message adalah pesan yang dikirimkan kepada banyak penerima sekaligus dalam waktu yang sama. Meski dikirim serentak, pesan tersebut tetap tampil sebagai pesan personal di perangkat masing-masing penerima. Inilah yang membuat pelanggan tetap merasa menerima pesan langsung dari bisnis Anda. 

 

Dulu, broadcast banyak dilakukan melalui SMS. Sekarang, pilihannya jauh lebih luas. Anda bisa menggunakan WhatsApp, email, hingga platform CRM yang lebih canggih. 

 

Menariknya, meski terlihat sederhana, broadcast message punya kekuatan besar jika digunakan dengan strategi yang tepat. Kenapa demikian? Itu karena orang cenderung lebih cepat membuka pesan dibandingkan membaca postingan di timeline yang penuh distraksi. 

 

Tujuan Broadcast Message 

Setiap strategi komunikasi tentu punya tujuan yang jelas. Begitu juga dengan broadcast message. Jika dilakukan tanpa tujuan yang terarah, pesan yang dikirim justru berpotensi dianggap spam. Berikut beberapa tujuan utama penggunaan broadcast message dalam bisnis: 

 

1. Menyampaikan Informasi dengan Cepat 

Broadcast message sangat efektif untuk menyampaikan informasi penting dalam waktu singkat. Misalnya perubahan jam operasional, pengumuman promo terbatas, atau peluncuran produk baru. Alih-alih berharap pelanggan melihat update di media sosial, Anda bisa langsung menyampaikannya lewat pesan pribadi. 

 

2. Mendorong Penjualan 

Tujuan paling umum dari broadcast message tentu saja meningkatkan penjualan. Pesan broadcast sering digunakan untuk menyampaikan promo diskon, bundling produk, atau promo khusus untuk pelanggan tertentu. 

 

Namun ada satu catatan penting, yaitu promosi yang terlalu sering justru bisa membuat pelanggan jenuh. Terkadang, satu pesan yan relevan justru bisa lebih kuat daripada sepuluh pesan yang terasa memaksa. 

 

3. Meningkatkan Engagement Pelanggan 

Ada satu hal yang perlu jadi catatan tambahan. Broadcast bukan hanya alat jualan, tetapi Anda juga bisa menggunakannya sebagai sarana untuk membangun hubungan dengan pelanggan. 

 

Sebagai contoh, Anda bisa menggunakannya untuk mengirim tips cara menggunakan produk, ucapan terima kasih setelah pembelian, atau sebagai pengingat layanan berkala. Pendekatan seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun ingat, dampaknya bisa sangat besar dalam membangun loyalitas pelanggan. 

 

4. Mengumpulkan Feedback Pelanggan 

Ingin tahu apa yang pelanggan pikirkan tentang produk Anda? Broadcast message bisa digunakan untuk mengirim survei singkat atau permintaan ulasan. 

 

Respons yang masuk dari pelanggan sering kali memberikan insight berharga yang tidak bisa Anda dapatkan dari data penjualan saja. Lebih dari itu, pelanggan juga merasa lebih diperhatikan, dan merasa pendapat mereka benar-benar berarti. 

 

Manfaat Broadcast Message untuk Bisnis 

Jika digunakan secara strategis dan konsisten, broadcast message bisa memberi banyak keuntungan. Berikut beberapa manfaat yang paling terasa dampaknya: 

 

1. Menghemat Waktu dan Tenaga 

Mengirim pesan satu per satu jelas tidak efisien. Dengan broadcast, Anda bisa menjangkau ratusan bahkan ribuan pelanggan dalam sekali kirim. Ini membuat tim marketing bisa fokus pada hal lain yang lebih strategis. Misalnya saja seperti merancang konten yang lebih kreatif. 

 

2. Biaya Promosi Lebih Terjangkau 

Dibanding iklan berbayar yang membutuhkan anggaran besar, broadcast message relatif lebih ekonomis. Anda tetap bisa melakukan promosi tanpa harus menguras budget marketing. Bagi bisnis kecil dan menengah, ini bisa jadi solusi untuk menjaga konsistensi komunikasi dengan pelanggan. 

 

3. Pesan Terasa Lebih Personal 

Meski dikirim secara massal, broadcast tetap bisa disusun secara personal. Anda bisa menyebut nama pelanggan, menyesuaikan isi pesan dengan minat mereka, atau menawarkan promo yang relevan. 

 

4. Meningkatkan Peluang Respons Pelanggan 

Pesan yang masuk langsung ke ponsel pelanggan punya peluang lebih besar untuk dibaca dibandingkan konten di media sosial. Saat pesan dikirim di waktu yang tepat dan dengan isi yang relevan, kemungkinan pelanggan untuk merespons juga meningkat. 

 

5. Memperkuat Hubungan Jangka Panjang 

Hubungan bisnis yang kuat tidak dibangun dalam satu hari. Ia terbentuk dari komunikasi yang konsisten dan relevan. 

 

Broadcast message memungkinkan Anda tetap hadir di benak pelanggan tanpa harus selalu berjualan. Terkadang, sekadar mengirim pesan ucapan atau tips sederhana sudah cukup untuk menjaga hubungan. 

 

Jenis-jenis Broadcast Message 

Jangan anggap broadcast hanya tentang mengirim pesan lewat WhatsApp. Saat ini, pilihannya jauh lebih luas. Berikut beberapa jenis broadcast message yang umum digunakan dalam bisnis: 

 

1. WhatsApp Broadcast 

Ini adalah jenis broadcast yang paling populer, terutama di Indonesia. WhatsApp memungkinkan Anda mengirim pesan ke banyak kontak sekaligus, dan tetap tampil sebagai pesan pribadi. 

 

Jenis broadcast ini cocok untuk notifikasi transaksi, promo harian, atau pengingat layanan. Karena sebagian besar orang hampir selalu membuka WhatsApp setiap hari, tingkat keterbacaannya juga tinggi. Namun jika digunakan terlalu sering tanpa strategi, ini justru bisa membuat pelanggan merasa terganggu. 

 

2. Email Broadcast 

Jika pesan yang ingin disampaikan cukup panjang, email justru lebih tepat untuk dijadikan pilihan. Email memungkinkan Anda menyertakan gambar, artikel, hingga katalog produk dalam satu pesan. 

 

Jenis broadcast yang satu ini sering digunakan untuk newsletter, edukasi pelanggan, atau update produk. Selain itu, email juga memudahkan Anda melacak performa pesan, seperti berapa banyak orang yang membuka atau mengklik link. 

 

3. SMS Broadcast 

Meski terlihat klasik, SMS masih punya tempat tersendiri dalam strategi komunikasi bisnis. Saat koneksi internet terasa sulit diandalkan, SMS punya keunggulan yang masih belum tergantikan. 

 

Biasanya SMS digunakan untuk pesan penting seperti kode verifikasi, pengingat pembayaran, atau notifikasi mendesak. Tingkat keterbacaannya juga cukup tinggi karena langsung muncul di layar ponsel. 

 

4. Broadcast melalui Aplikasi CRM 

Biasanya jenis broadcast ini digunakan oleh bisnis yang sudah berkembang dan memiliki database pelanggan yang besar. Dengan aplikasi CRM, Anda bisa mengirim pesan secara otomatis berdasarkan perilaku pelanggan.  

 

Misalnya, pelanggan yang pernah membeli produk tertentu akan menerima promo yang relevan dengan kebiasaannya. Pendekatan seperti ini sering dianggap lebih cerdas, karena pesan yang dikirim tidak terasa acak. 

 

Risiko yang Perlu Diwaspadai 

Broadcast memang praktis, tetapi bukan berarti cara ini tidak memiliki risiko. Tanpa strategi yang tepat, cara ini justru bisa merusak hubungan dengan pelanggan, salah satu hal yang sering tidak disadari oleh banyak pelaku bisnis. Jadi jika Anda memilih menggunakan broadcast, berikut beberapa risiko yang perlu Anda waspadai: 

 

1. Pesan Dianggap Spam 

Mengirim pesan terlalu sering adalah kesalahan yang paling umum. Alih-alih menarik perhatian, pelanggan justru merasa terganggu. 

 

Jika sudah sampai tahap ini, pelanggan bisa saja mengabaikan pesan Anda, bahkan memblokir nomor bisnis Anda. Ini kerugian besar, karena membangun kembali kepercayaan pelanggan tidaklah mudah. 

 

2. Tingkat Respons Rendah 

Broadcast yang tidak relevan biasanya tidak akan direspons sama sekali. Pesan dibuka, dibaca sekilas, lalu diabaikan. 

 

Produk atau layanan Anda mungkin bagus. Namun jika isi pesan yang dikirim terlalu umum dan tanpa personalisasi, pelanggan sulit merasa bahwa pesan tersebut memang ditujukan untuk mereka. 

 

3. Merusak Reputasi Bisnis 

Pesan yang terlalu agresif bisa memberi kesan bahwa bisnis Anda hanya fokus menjual, bukan membangun hubungan. Ingat, terlalu sering promosi justru bisa membuat brand terlihat kurang percaya diri. 

 

Terlalu sering promosi bisa menciptakan kesan bahwa seakan-akan Anda harus terus menawarkan diskon agar tetap relevan. Padahal, kunci sebenarnya terletak pada pesan yang tepat. 

 

Cara Membuat Broadcast Message yang Efektif 

Setelah memahami jenis dan risikonya, sekarang waktunya menyusun strateginya. Berikut beberapa cara membuat broadcast message yang efektif: 

 

1. Tentukan Tujuan Pesan dengan Jelas 

Sebelum menulis pesan, tanyakan pada diri Anda. Apa tujuan pesan ini? Apakah ingin memberi informasi? Mengajak membeli? Atau sekadar mengingatkan pelanggan? 

 

Tanpa tujuan yang jelas, pesan akan terasa membingungkan. Sebaliknya, pesan yang terarah biasanya lebih mudah dipahami dan direspons. 

 

2. Kenali Target Audiens Anda 

Tidak semua pelanggan punya kebutuhan yang sama. Karena itu, Anda perlu membuat segmentasi pelanggan. 

 

Misalnya, pelanggan baru mungkin membutuhkan edukasi produk. Sementara itu, pelanggan lama mungkin akan lebih tertarik dengan promo khusus. Pendekatan seperti ini membuat pesan terasa lebih relevan dan tidak terkesan asal kirim. 

 

3. Gunakan Bahasa yang Singkat dan Jelas 

Pesan yang terlalu panjang sering kali justru tidak dibaca sampai selesai, atau bahkan tidak dibaca sama sekali. Untuk itu, gunakan kalimat sederhana dan langsung ke inti. Ingat, orang membaca pesan di sela-sela aktivitas mereka. Semakin ringkas pesan Anda, semakin besar peluang untuk dipahami. 

 

4. Tambahkan Call to Action (CTA) 

Setiap pesan sebaiknya memiliki ajakan tindakan yang jelas. 

 

Misalnya: 

 

“Klik di sini untuk melihat promo hari ini.” 

“Atau balas pesan ini untuk pemesanan.” 

 

Pelanggan mungkin saja tertarik setelah melihat pesan Anda. Namun tanpa CTA, mereka tidak tahu harus melakukan apa. 

 

5. Atur Waktu Pengiriman dengan Tepat 

Jangan pernah remehkan timing. Mengirim pesan saat jam sibuk justru bisa membuat pesan terlewat.  

Sebaliknya, mengirim di waktu santai justru punya peluang lebih besar untuk dibaca. Pahami itu setiap kali akan mengirim pesan broadcast

 

6. Lakukan Evaluasi Secara Berkala 

Broadcast message bukan strategi sekali kirim kemudian selesai. Anda masih perlu memantau bagaimana hasilnya. 

 

Apakah pelanggan merespons? Apakah ada peningkatan penjualan? 

 

Jika tidak ada perubahan, jangan buru-buru memperbaiki produk atau layanan. Bisa jadi masalahnya justru terletak pada cara Anda menyampaikan pesan. 

 

Telkomsel DigiAds: Solusi Efektif Membuat Broadcast Message yang Lebih Tepat Sasaran 

Di era sekarang, pelanggan cenderung mengabaikan pesan promosi yang muncul secara terus-menerus. Untuk membuat pelanggan tertarik membuka pesan promosi adalah dengan membuat pesan terasa lebih relevan dan personal. Di sinilah pentingnya strategi dan data sebelum mencari contoh broadcast message yang akan dijadikan referensi. 

 

DigiAds dari Telkomsel Enterprise dapat diandalkan untuk membantu bisnis menjalankan broadcast message dengan lebih terarah. Melalui data insight dan audience targeting, bisnis bisa memahami perilaku pelanggan dengan lebih mendalam, dan membuat pesan yang lebih relevan. Dukungan layanan API juga memungkinkan Anda mengumpulkan insight dari berbagai channel. 

 

Selain itu, pilihan format iklan DigiAds yang beragam membantu Anda menyampaikan pesan dengan cara yang lebih menarik dan tidak monoton. DigiAds juga dilengkapi dengan sistem dashboard, sehingga Anda dapat memantau performa kampanye dengan lebih mudah dan praktis. 

TAGS
Blog

Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda sudah menyetujui Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Privasi yang berlaku.