BAGIKAN

Ramadan Insight 2027: Telkomsel Enterprise Bantu Brand Temukan Momen Emas di Setiap Ritme Ramadan

Article
Melalui whitepaper DigiAds Ramadan Insight 2027: Reading the Rhythms of Ramadan, Telkomsel Enterprise mengungkap perubahan perilaku konsumen dalam tiga fase Ramadan yang berbeda. Insight berbasis data ini membantu brand mengidentifikasi momentum komunikasi yang paling relevan di setiap fase perjalanan konsumen selama Ramadan.

Telkomsel Enterprise melalui solusi DigiAds membantu agency, advertiser, dan brand menyusun kampanye ramadan yang lebih relevan

 

Jakarta, 23 Oktober 2026 – Meski Ramadan 2027 masih beberapa bulan lagi, agency, advertiser, dan brand perlu mulai mempersiapkan strategi kampanye sejak sekarang. Ramadan Insight 2027 menunjukkan bahwa konsumen Indonesia diperkirakan semakin selektif dalam menentukan produk dan brand pilihannya. Namun, peluang pertumbuhan selama Ramadan tetap besar karena kebutuhan pada berbagai kategori, seperti fashion, FMCG, perjalanan, dan kebutuhan Idulfitri, tetap tinggi.

 

Kondisi tersebut membuat persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa sering brand terlihat. Brand perlu memastikan kehadirannya relevan dengan kebutuhan konsumen yang terus berubah, mulai dari fase adaptasi pada awal Ramadan, momen buka puasa bersama dan silahturahmi, hingga perjalanan mudik menjelang Idulfitri.

 

Temuan tersebut menjadi sorotan utama dalam whitepaper Ramadan Insight 2027: Reading the Rhythms of Ramadan yang diluncurkan Telkomsel Enterprise melalui solusi DigiAds. Berdasarkan telco insight Telkomsel, Ramadan bukanlah satu momentum yang seragam. Sepanjang 30 hari Ramadan, konsumen bergerak dalam tiga ritme berbeda yang menghadirkan peluang bagi setiap industri untuk memenangkan perhatian secara lebih relevan.

 

10 hari pertama menjadi Momen Beradaptasi dan Mencari Inspirasi. Konsumen aktif menggunakan di tengah fase penyesuaian rutinitas sahur, berbuka, dan beribadah. Trafik seluler saat sahur meningkat 77%, trafik layanan video dan streaming tumbuh 38%, sedangkan konsumsi konten religi naik 63% dibandingkan hari biasa. Pola ini membuka peluang bagi brand untuk hadir dengan konten dan pesan yang relevan, sehingga dapat membangun kedekatan emosional sekaligus menjadi bagian dari rutinitas baru konsumen selama Ramadan.

 

Memasuki Momen Bersosialisasi dan Berbelanja pada 10 hari kedua, perhatian beralih ke kegiatan buka puasa bersama serta persiapan kebutuhan keluarga dan Idulfitri. Penggunaan aplikasi transportasi meningkat 58%, aplikasi kebutuhan sehari-hari dan ritel tumbuh 32%, sedangkan kunjungan ke pusat perbelanjaan naik 19%. Sebanyak 88% konsumen yang berbelanja kebutuhan Ramadan juga masih memilih datang langsung ke toko fisik. Hal ini menegaskan pentingnya kampanye yang menghubungkan interaksi digital dengan kunjungan ke gerai fisik untuk memastikan pembelian tidak beralih ke brand lain.

 

Pada Momen Mudik dan Berkumpul di 10 hari terakhir, kebutuhan konsumen bergeser ke persiapan perjalanan dan kebersamaan dengan keluarga. Akses terhadap aplikasi perjalanan meningkat 32%, sementara 73% pemudik tercatat singgah di rest area untuk beristirahat, beribadah, dan makan. Bagi brand, fase ini menghadirkan peluang untuk hadir melalui informasi dan penawaran yang relevan di sepanjang perjalanan konsumen.

 

Dengan memahami ketiga ritme tersebut, agency, advertiser, dan brand dapat menentukan pesan, kanal, serta waktu tayang yang paling sesuai untuk setiap fase, bukan sekadar menambah jumlah iklan. Hasilnya, kampanye dapat menjadi lebih tepat sasaran dan efisien, dengan menghadirkan informasi serta penawaran yang lebih relevan bagi konsumen.

 

VP Corporate Innovation, Sustainability, Marketing, and Digital Advertising Telkomsel, Mia Melinda, mengatakan, “Brand yang menang di Ramadan bukan yang paling lantang, melainkan yang paling memahami ritme konsumennya. Kebutuhan konsumen pada awal Ramadan sangat berbeda dengan kebutuhan mereka menjelang Idulfitri. Melalui solusi DigiAds dari Telkomsel Enterprise, kami membantu agency, advertiser, dan brand membaca perubahan tersebut agar kampanye dapat dirancang lebih tepat sasaran dan memberikan hasil bisnis yang lebih baik.”

 

Telkomsel DigiAds menghadirkan rangkaian solusi iklan Ramadan 2027 untuk membantu brand membangun relevansi di setiap momen pelanggan, mulai dari pesan kontekstual ketika konsumen mencari inspirasi, komunikasi berbasis lokasi yang menghubungkan interaksi digital dengan kunjungan ke toko, integrasi brand dalam tayangan spesial Ramadan di MAXStream, hingga kehadiran di titik perjalanan mudik. Salah satu penerapannya, dalam solusi Contextual Messaging pada momen yang relevan tercatat mampu meningkatkan rasio klik hingga 2,6 kali lipat.

 

Temuan ini dipaparkan dalam forum Ramadan Insight 2027: The Rhythms of Ramadan yang digelar pada 16 Oktober 2026 di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan agency, advertiser, brand, dan praktisi industri, dengan menghadirkan pembicara expert dari Telkomsel, Meta, Nestlé, dan WPP.

 

“Dengan insight yang kuat dan eksekusi yang tepat, brand dapat hadir bukan sebagai distraksi, tetapi sebagai bagian yang relevan dari perjalanan konsumen. Inilah wujud Telkomsel Melayani Sepenuh Hati, dengan membantu bisnis tumbuh sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Mia.

 

Seluruh insight disusun dari data yang telah diolah secara agregat dan dianonimkan, tanpa mengidentifikasi pelanggan secara personal, sesuai prinsip perlindungan data pribadi yang diterapkan Telkomsel. Pelaku usaha, pemilik merek, dan agensi dapat mempelajari temuan serta rekomendasi selengkapnya dengan mengunduh DigiAds Ramadan Insight 2027: Reading the Rhythms of Ramadan melalui tsel.id/ramadanwhitepaper2027-news.