Mengenal Bisnis Aggregator di Sektor Finansial | Telkomsel

Mengenal Bisnis Aggregator di Sektor Finansial

Article
Mengenal Bisnis Aggregator di Sektor Finansial

Kehadiran teknologi di sektor finansial bisa dibilang sangat membantu dalam menumbuhkan perekonomian di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Melalui pemanfaatan teknologi, masyarakat pun jadi punya akses untuk memperoleh layanan jasa keuangan, sebuah layanan yang mungkin selama ini sulit mereka jangkau di lembaga jasa keuangan formal seperti perbankan.

 

Eits, tapi tunggu dulu. Emang sih kemunculan institusi yang menawarkan jasa layanan financial technology (fintech) ini membawa angin segar bagi perekonomian dan inklusi keuangan di kalangan masyarakat. Tapi, saking banyaknya institusi yang muncul, masyarakat malah jadi bingung tuh memilih mana produk atau layanan finansial berbasis teknologi terbaik untuknya.

 

Nah, untungnya sekarang sudah ada yang namanya platform aggregator yang dapat membantu masyarakat dalam memilih produk layanan finansial yang tepat.  Lalu apa itu aggregator? Yuk, kenal lebih dekat aggregator di sektor finansial beserta manfaatnya!

 

Baca Juga: Telkomsel Akselerasikan Inklusi Keuangan Nasional Dengan Dukung Perhelatan Bulan Fintech Nasional & Indonesia Fintech Summit 2021

 

Apa sih aggregator layanan finansial?

 

Sebelum kita masuk ke pembahasan mengenai aggregator di sektor finansial, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu aggregator. Kalau menurut 'mbah Google' sih, aggregator punya arti harfiah sebagai pengepul. Tahu kan kamu pengepul? Itu lho orang yang kerjanya ngumpulin barang-barang bekas. Tapi, apa yang dilakukan oleh aggregator bukan mengumpulkan barang-barang bekas, melainkan berbagai macam konten yang dibutuhkan.

 

Umumnya sih aggregator yang banyak beredar adalah aggregator konten terkait berita atau artikel. Model bisnis aggregator ini muncul seiring berjalannya waktu, di mana mulai banyak situs yang memuat konten sehingga bikin pusing orang-orang dalam mencari informasi. Nah, biar nggak bingung, para developer kemudian mengumpulkan situs-situs yang menyediakan informasi itu dalam satu halaman.

 

Di luar aggregator konten, ada developer yang membuat aggregator yang secara fungsi ditujukan untuk mengumpulkan beberapa perusahaan penyedia jasa keuangan, termasuk di dalamnya perusahaan fintech, ke dalam satu aplikasi atau halaman web. Tujuannya agar orang-orang bisa lebih mudah menemukan ragam layanan finansial yang diinginkan dan sesuai yang dibutuhkan, seperti misalnya pembayaran digital hingga pinjaman digital.

 

Sederhananya, aggregator ini akan mencoba menghimpun informasi, menyaring, dan membandingkan produk dan layanan antar lembaga jasa keuangan untuk kemudian disajikan dan disesuaikan terhadap karakteristik penggunanya. Dengan demikian, kamu sebagai pengguna juga akan mendapatkan informasi dan pemahaman terhadap suatu produk dan layanan finansial dengan mudah.

 

Nah, lalu jenis produk atau lembaga keuangan apa saja sih yang bisa masuk ke aggregator? Ada banyak, contohnya mulai dari pendanaan, asuransi, e-money, sampai dengan investasi pun bisa masuk ke lembaga jasa keuangan yang diagregasikan.

 

Model bisnis fintech aggregator ini bukan hal baru, lho! Saat ini ada 31 penyelenggara aggregator layanan finansial di Indonesia yang tercatat secara resmi di lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Baca Juga: Hidup Sehat Bareng Fita, Aplikasi Kesehatan dari Telkomsel

 

Bukan sekadar alat pembanding

 

Nah, lalu apa saja sih manfaat yang bisa kita dapat dengan adanya aggregator ini? Bicara mengenai manfaat, tentu saja manfaat yang pertama adalah kamu nggak perlu lagi bolak balik membuka web, aplikasi, atau bahkan sampai bela-belain datang ke kantor penyedia jasa layanan keuangan. Kamu cukup membandingkan antar layanan hanya melalui aggregator.

 

Dengan membandingkan produk antar layanan jasa keuangan kamu akan jadi lebih selektif untuk memilih produk mana yang tepat dengan kebutuhan dan kemampuan. Kamu pun jadi bisa lebih paham tentang perhitungan bunga, produk mana yang memiliki bunga terendah, produk mana yang punya pengajuan syarat termudah, dan sebagainya.

 

Baca Juga: Kuncie, Kunci Sukses buat Upgrade Skill Kamu

 

Di luar itu fungsinya sebagai alat pembanding, ada manfaat yang lebih advanced dari hadirnya sebuah aggregator layanan finansial. Seperti ada sebuah studi di Amerika Serikat, sebagaimana yang dipaparkan oleh General Manager Marketing Planning and Transformation Telkomsel Lani Rahayu, menyebut bahwa dengan adanya platform fintech aggregator, maka kamu sudah menghemat biaya yang cukup besar dan nggak bikin kamu repot mencari-cari produk lain, sehingga bisa mengefisiensikan transaction cost yang kamu punya. Nggak cuma itu, dengan memanfaatkan aggregator, kamu juga telah menghemat biaya pinjaman per tahun.

 

Secara ekonomi, aggregator di sektor finansial ini mendatangkan dua manfaat, yaitu literasi keuangan dan inklusi keuangan. Aggregator akan memberikan edukasi kepada penggunanya secara langsung mengenai segala macam informasi produk dan perbandingannya. Dengan demikian, kamu akan jadi lebih aware terhadap produk yang kamu pilih.

 

Di sisi lain, aggregator juga dapat berdampak pada kenaikan inklusi keuangan. Inklusi keuangan sendiri menjadi isu penting di sejumlah negara, di mana diyakini bahwa inklusi keuangan dapat meningkatkan inklusi ekonomi, mengentaskan kemiskinan, hingga meningkatkan mobilitas sosial. Di Indonesia, inklusi keuangan masih termasuk yang cukup rendah dibanding negara lain. Namun, berdasarkan survei yang dilakukan oleh OJK, inklusi keuangan di Indonesia telah naik signifikan, dari 59% di tahun 2013 menjadi 76,2% pada tahun 2019.

 

Intinya sih, aggregator untuk layanan finansial ini sangat membantu masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan atau belum terbiasa mengakses produk-produk keuangan. Nah, buat kamu yang penasaran dengan produk fintech aggregator, ada kabar gembira nih!

 

Belum lama ini, Telkomsel memperkenalkan layanan baru bernama Telkomsel klop!. Telkomsel klop! merupakan sebuah aggregator platform yang menghubungkan pengguna dengan berbagai macam perusahaan fintech. Dengan demikian, masyarakat yang ingin mendapatkan pendanaan bisa lebih leluasa memilih kira-kira produk fintech mana yang sesuai dengan kebutuhan tanpa harus gonta-ganti aplikasi.

 

Telkomsel klop! merupakan jawaban awal dari Telkomsel, di mana layanan ini berfungsi sebagai sebuah jembatan terhadap sejumlah kesenjangan yang ada, di antaranya kesenjangan kredit, kesenjangan informasi, hingga kesenjangan cakupan layanan keuangan formal. “Melalui Telkomsel klop! Telkomsel akan berusaha menjadi sebuah aggregator platform yang membantu masyarakat dalam produk keuangan,” kata Akhmad Fandhia Roesyidi, General Manager Financial Business Telkomsel.

 

Dalam satu bulan terakhir sejak diluncurkan, Telkomsel klop! sudah mendapatkan respon positif dari konsumen. Ke depannya, Telkomsel akan menjalin kerja sama lebih luas dengan perusahaan fintech lainnya.

 

Buat kamu yang penasaran sama Telkomsel klop!, langsung aja cek informasinya melalui link www.klop.co.