Apa Itu Kripto Ethereum? Sejarah, Cara Kerja dan Kegunaannya

Apa Itu Kripto Ethereum? Sejarah, Cara Kerja dan Kegunaannya

 

 

Ethereum merupakan salah satu jenis kripto atau mata uang virtual yang sangat populer. Ingin tahu apa itu kripto Ethereum lebih jauh lagi? Silahkan simak artikel ini hingga selesai karena kami akan menjelaskannya di sini secara detail.

 

Apa Itu Kripto Ethereum?

Sama seperti Bitcoin, Ethereum atau Ether (ETH) pada dasarnya merupakan sebuah token aset kripto. Kamu bisa memanfaatkannya dalam transaksi peer to peer. Artinya, aset ini bisa kamu perjual belikan di bursa dengan nilai spekulatif.

 

Sebagai token atau mata uang virtual, kamu bisa memilikinya melalui beberapa aplikasi. Selain itu, saat ini juga sedang banyak dibangun jaringan menarik yang melibatkan token tersebut.

 

Jumlah Ethereum di dunia tidak terbatas. Akan tetapi, setiap tahun hanya akan ada sekitar 18.000.000 saja yang bisa diperjualbelikan atau dirilis.

 

Ingin tahu 1 Ethereum berapa rupiah? Perlu kamu ketahui, bahwa harganya bisa berbeda-beda. Pada saat artikel ini kami tulis, tahun 2022, harganya masih berada pada kisaran Rp23.786.433.

 

Baca Juga: Mengenal Bisnis Aggregator di Sektor Finansial

 

Sejarah Awal Ethereum

Mata uang virtual ini tergolong lebih muda jika kamu bandingkan dengan Bitcoin. Ether pertama kali populer pada tahun 2015 berupa blockchain ternama di dunia. Penciptanya adalah Vitalik Buterin yang pernah bekerja di Bitcoin Magazine.

 

ETH diciptakan dengan sistem yang sama seperti Bitcoin, yaitu sebagai uang digital. Token ini juga tidak bisa dikontrol oleh suatu perusahaan maupun pemerintah.

 

Sekitar tahun 2016 terjadi perpecahan dari ETH menjadi ETC atau Ethereum Classic. ETC merupakan perpecahan yang diakibatkan oleh pencurian uang yang dilakukan oleh hacker dari DAO Wallet.

 

Cara Kerja Ethereum Blockchain

Token atau mata uang digital ini memiliki cara kerja yang pada dasarnya cukup mudah untuk kamu pahami. Konsep yang mereka gunakan yaitu transaksi yang terdesentralisasi atau decentralized application.

 

Siapa saja bisa menerbitkan smart contact maupun mengirim transaksi. Seluruh kode bisa berjalan pada blockchain.

 

Contohnya, jika ada orang yang membuat aplikasi, kemudian orang lain membuat aplikasi yang sama, maka dua aplikasi yang sudah mereka buat tersebut bisa saling berinteraksi.

 

ETH merupakan sebuah mata uang virtual yang terinterkoneksi. Dengan begitu, seiring dengan berjalannya waktu, maka semakin banyak orang yang bisa bergabung sehingga jaringannya menjadi lebih luas.

 

Sederhananya, cara kerja dari ETH ini menggunakan smart contracts yang sama seperti program komputer yang bisa berjalan secara otomatis. Programnya akan berjalan sesuai perintah dalam kontrak dan tidak memerlukan pengawas.

 

Perbedaan Ethereum dan Bitcoin

Meskipun sama-sama sebagai mata uang digital, namun sistem Ethereum dan Bitcoin ternyata berbeda.

 

BTC atau Bitcoin merupakan mata uang digital yang berdiri sendiri. Sedangkan Ethereum merupakan sebuah jaringan blockchain yang mata uangnya bernama Ether atau ETH.

 

Agar kamu bisa mengenalnya dengan mudah, berikut penjelasan istilahnya:

  • Ethereum: sebuah jaringan blockchain.
  • Ether (ETH): mata uang digital dari Ethereum itu sendiri.

 

Perbedaan berikutnya pada kedua mata uang digital ini yaitu terletak pada pasokannya. Jumlah koin yang beredar pada BTC dibatasi hanya 21.000.000 keping saja.

 

Artinya, jika BTC tersebut sudah menyentuh ambang batasnya, maka sudah tidak akan ada lagi BTC yang dirilis. Sedangkan Ethereum tidak terbatas, hanya saja pasokannya terbatas setiap tahunnya, seperti yang sudah kami jelaskan.

 

Kegunaan Ethereum dan Bitcoin

Agar bisa membandingkan kegunaan masing-masing token ini, berikut sudah kami rangkum apa saja kegunaannya.

 

Ethereum

Bitcoin

Transaksi di jaringan Ethereum

Transaksi, seperti membeli barang maupun jasa.

Pembayaran seperti halnya uang tunai

Diperjualbelikan sebagai aset investasi

Mengirim Ether ke pengguna lain

Transfer instan secara peer to peer

Diperjualbelikan sebagai aset investasi

Transfer ke mana saja

 

Kegunaan Ethereum Saat Ini

Pernah membaca berita tentang foto NFT Ghozali yang laku miliaran rupiah? Nah, itulah salah satu fungsi dari mata uang digital, ETH. Kamu bisa menggunakannya sebagai alat transaksi di proyek NFT.

 

Hingga saat ini, Ether masih menjadi kripto yang bisa kamu manfaatkan di proyek NFT. Selain itu, berikut sudah kami rangkum penjelasan lengkap seputar apa saja kegunaannya secara detail.

 

1. Sebagai Perbankan untuk Semua Orang

Token ini bisa menjadi solusi untuk kamu yang ingin memiliki layanan keuangan yang fleksibel. Karena dengan menggunakannya, kamu bisa mengakses banyak layanan keuangan milik platform lain.

 

2. Jaringan P2P (Peer to Peer)

Kamu bisa memindahkan uang dengan membuat perjanjian langsung tanpa memerlukan perusahaan perantara. Karena sistem ETH sudah terhubung dengan jaringan P2P.

 

3. Membuat Aset Kripto Baru

Di sini kamu juga bisa membuat aset kripto yang baru melalui penggunaan standar token ERC 20.

 

4. Dapps dan DAO

Decentralized Application atau Dapps memungkinkan sebuah Ethereum untuk membuat aplikasi terkonsolidasi. Sedangkan DAO (Decentralized Autonomous Organization), mempermudah dalam mengambil keputusan yang demokratis.

 

Itulah penjelasan tentang apa itu kripto Ethereum yang kini tengah populer. Bagi kamu yang ingin membelinya di crypto exchange Indonesia, kamu bisa membelinya di LinkAja yang sudah pasti tepercaya. Ingin langsung transaksi? Silakan kamu akses link berikut ini www.telkomsel/explore/linkaja.