Apa itu Inflasi, Definisi, Penyebab, Dampak & Contohnya

Apa itu Inflasi, Definisi, Penyebab, Dampak & Contohnya

 

Kalau dulu kamu bisa makan minum plus belanja cukup dengan 10 ribuan aja , sekarang tentu mustahil. Pasalnya, nilai uang tersebut udah menurun akibat inflasi. Melansir dari IMF, kondisi tersebut ditandai dengan kenaikan harga barang dan biaya hidup di suatu negara. Jadi apa itu inflasi?

 

Apa itu Inflasi dalam Ekonomi?

Singkatnya, apa itu inflasi mata uang adalah peningkatan harga barang dan jasa yang terjadi secara berkesinambungan dan pada jangka waktu tertentu. Lembaga yang berwenang untuk melakukan perhitungan inflasi adalah BPS (Badan Pusat Statistik) serta link ke metadata SEKI - IHK (Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia - Indeks Harga Konsumen).

 

Peningkatan harga beberapa barang aja belum dapat dikatakan inflasi, kecuali bila terjadi semakin meluas atau berimbas pada kenaikan harga barang yang lain.

 

Apa yang Menyebabkan Inflasi?

Penyebab inflasi antara lain akibat bertambahnya jumlah uang yang beredar jangka pendek di masyarakat. Dampaknya, suku bunga dapat mengalami penurunan sehingga masyarakat tergiur untuk membelanjakan uangnya serta berinvestasi untuk mendapat income tambahan. 

 

Efek lanjutan dari kondisi tersebut adalah peningkatan harga barang secara signifikan.

 

Inflasi juga bisa terjadi karena nilai uang terus berkurang hingga kehilangan daya belinya. Sementara pemicu lainnya adalah cost push inflation atau tekanan pada supply, demand pull inflation tekanan pada permintaan, dan terakhir, karena ekspektasi inflasi.

 

Apa Dampak Inflasi Bagi Negara?

Berikut beberapa dampak inflasi bagi negara kita sebagaimana yang pernah terjadi di awal kemerdekaan atau ketika wabah Covid-19 melanda.

 

1. Dampak Terhadap Pendapatan

Dampak yang pertama ini bisa berarti positif atau negatif tergantung kepada siapa yang tengah terdampak. Inflasi juga berperan untuk meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat karena kenaikan permintaan barang dan jasa, walaupun harganya juga turut meningkat.

 

Kondisi tersebut “memaksa” pengusaha meningkatkan produksinya sehingga memerlukan tenaga-tenaga kerja baru.

 

Tetapi bagi mereka yang berpenghasilan tetap, inflasi justru berdampak negatif. Pasalnya, pendapatan mereka tak bisa lagi ditukarkan barang dan jasa dengan jumlah yang sama seperti dulu sebelum inflasi.

 

Seperti contoh di atas, uang senilai 10 ribu di zaman sekarang nggak bisa lagi digunakan untuk membeli santapan lezat, apalagi belanja barang lain. 

 

2. Dampak Bagi Perekonomian Nasional

Bagi perekonomian nasional, dampak inflasi bisa lebih luas lagi, seperti:

 

  • Berkurangnya investasi
  • Peningkatan suku bunga
  • Bermunculan para spekulan
  • Pelaksanaan pembangunan negara terhambat
  • Masa depan perekonomian negara tak pasti
  • Berkurangnya kompetisi produk dalam negeri
  • Terjadi defisit neraca pembayaran
  • Kesejahteraan masyarakat menurun yang terlihat dengan peningkatan jumlah warga miskin 

 

3. Dampak Menurunkan Minat Menabung

Nilai uang yang terus merosot membuat orang enggan menyimpan uangnya di bank, apalagi nilai bunga tabungan juga kecil. Akibatnya nasabah tak bisa mengandalkan pendapatan dari bunga, belum lagi tabungan harus dipotong biaya administrasi.

 

4. Dampak Terhadap Kreditur dan Debitur

Inflasi bisa menguntungkan bagi orang yang mengambil pinjaman dengan beban bunga. Pasalnya, nilai uang yang terus menurun membuat beban bunga yang mesti ditanggung turut menurun.

 

Sebaliknya, bagi pemberi pinjaman (bank, lembaga keuangan lain, peer to peer lending, dll) akan merugi karena mata uang yang nantinya akan peminjam bayarkan nilainya berkurang.

 

5. Dampak Bagi Produsen

Bagi pengusaha dengan modal besar, inflasi justru menguntungkan karena pendapatannya lebih besar daripada peningkatan biaya produksi. Sementara bagi bisnis skala kecil pembengkakan biaya produksi bisa membuat pengusaha kehilangan modal dan memilih untuk gulung tikar.

 

Contoh Inflasi di Indonesia

Contoh inflasi di Indonesia yang baru dan masih kita alami adalah saat pandemi Covid-19 melanda di tahun 2022. Sebagaimana yang dipublikasikan oleh situs resmi Kementerian Keuangan, kontraksi pertumbuhan ekonomi negara kita di tahun 2020 adalah -2,07%. Data tersebut merupakan hasil riset oleh BPS (Badan Pusat Statistik.

 

Kondisi ini terjadi akibat dampak wabah Covid-19 yang melanda dunia, sehingga pemerintah terpaksa memberlakukan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk menekan penyebaran virus.

 

Lockdown ketat di berbagai kota mengakibatkan tingginya PHK, mengingat kegiatan perekonomian menurun drastis dan pendapatan perusahaan juga menipis. Dampaknya, banyak perusahaan tak dapat membayar gaji sehingga  karyawan harus dirumahkan.

 

Penutup 

Dari uraian di atas tentu kamu bisa menyimpulkan jika tabungan aja nggak dapat menjamin kesejahteraan hidup hingga masa tua. Pasalnya, nilai uang yang terus menurun, membuat nominal uang yang banyak saat ini bisa anjlok parah di masa depan. Satu-satunya cara adalah dengan berinvestasi emas, mengingat logam mulia ini adalah alat penyimpan aset yang terbaik.

 

Untuk generasi muda seperti kita, kamu bisa manfaatin fitur investasi Linkaja untuk menabung dan membeli emas. Bermitra dengan Pegadaian, Linkaja menyediakan investasi yang ditangani secara transparan dan profesional. Kamu bisa beli emas dengan nilai mulai 0,01 gram aja lho. Hemat banget, kan? 

 

Baca juga: Manfaat pakai LinkAja - 10 Keuntungan pakai LinkAja

 

Nah, setelah tahu apa itu inflasi sekarang, tentu kamu perlu gercep untuk mengantisipasi dampaknya.