Telkomsel | 26 Maret 2019
4 shares

          Tren Smartphone di 2019: Eranya Layar Penuh dan Multi Kamera

Sejak satu dekade lalu, teknologi di industri perangkat mobile tercatat mengalami pertumbuhan yang sangat moncer. Sebagian besar produsen ponsel berlomba-lomba menghadirkan inovasi paling baru ke produk andalannya. Ada yang tersingkir, ada yang bermunculan dan banyak pula yang ‘edar’ kembali lewat wajah dan kemasan baru.

Sepanjang 2018 saja, tercatat banyak sekali inovasi teknologi yang hadir dan dijejalkan ke perangkat mobile. Rata-rata, tren yang digaungkan sejak beberapa tahun belakangan baru akan terealisasi di 2019 ini. Sebut saja konsep layar penuh, hingga tren smartphone berlayar lipat yang juga mengusung kemampuan fotografi yang lebih maksimal.

Berdasarkan pantauan, di tahun 2019 ini setidaknya akan ada beberapa tren smartphone yang bakal diusung produsen ponsel.

 

1.   Layar Penuh

 Konsep layar penuh yang kerap disebut fullscreen memang sudah mulai digaungkan sejak beberapa tahun belakangan. Namun, kebanyakan produk yang diklaim mengusung display berlayar penuh ini sejatinya belum secara konsisten menerapkannya di semua lini produk.

Justru yang sebelumnya menjadi tren adalah konsep layar berponi. Mulai dari yang poninya lebar seperti iPhone X, hingga yang hanya menyisakan sedikit titik di bagian tengah layaknya Essential Phone. Belakangan, yang benar-benar massif adalah poni setitik yang oleh beberapa vendor menyebut ‘notch’ tersebut dengan istilah waterdrop screen atau dewdrop. Model ini bisa dilihat pada lini produk OPPO mulai dari F9, produk Vivo seri Y, Realme dan yang sekarang tengah ramai adalah lini produk Samsung seri M dan seri A.

Tren Smartphone di 2019: Eranya Layar Penuh dan Multi Kamera

Di 2019 ini, tren layar berponi sepertinya akan bergeser ke arah full screen yang sebenar-benarnya. Tren ini kian kuat sejak menjamurnya antarmuka bawaan vendor ponsel yang menawarkan kustom antarmuka khusus yang kian banyak membawa fitur-fitur unik. Terlebih untuk fungsi multimedia dan game.

Konsep desain smartphone berlayar penuh ini sejatinya sudah dimulai sejak eranya Samsung Galaxy S Series generasi paling baru seperti Galaxy S8 dan Galaxy S9. Bahkan, vendor smartphone asal China yang pamornya juga naik sejak beberapa tahun belakang sempat menghadirkan smartphone berlayar penuh perdananya yakni OPPO Find X.

 

2.  Layar ‘Bolong’

Akhir 2018 bisa disebut sebagai batu loncatan bagi vendor ponsel untuk kembali berinovasi. Masih ada kaitannya dengan konsep layar penuh. Tren terbaru yang diprediksi akan merebak di 2019 ini adalah smartphone berlayar bolong. Konsep desain ini memang sejalan dengan model layar penuh. Konsep layar bolong ini pertama kali dipamerkan oleh Samsung Galaxy A8s, Honor V20 dan Huawei Nova 4. Di perangkat ini, layar bolong yang oleh sebagian netizen disebut ‘tompel’ diposisikan sebagai tempat bercokolnya kamera depan.

Samsung menyebut konsep layar ini dengan istilah Infinity-O, yang diumumkan pada ajang Samsung Developer Conference 2018. Konsep layar bolong Samsung pun terus berinovasi. Tidak hanya untuk dijejalkan dengan satu kamera, tapi sudah makin variatif dengan hadirnya dua kamera di dalam layar yang ada di Samsung Galaxy S10+. Kedepannya, selain Samsung akan banyak lagi smartphone berlayar bolong bertebaran di pasaran.

 

3.   Fingerprint Under Display

Untuk menghasilkan area layar yang lebih luas, sejumlah vendor merubah strategi dengan menggeser sensor fingerprint ke bagian belakang perangkat. Selain itu, ada juga yang mengkombinasikannya dengan pengenal wajah (face recognition). Ini sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun belakangan.

Menariknya, inovasi pemindai sidik jari pun terus berkembang. Puncaknya di persembahkan oleh Vivo yang menanamkan sensor fingerprint di bawah layar. Sekarang, hampir sebagian besar smartphone flagship mengadopsi konsep under-display fingerprint. Bahkan, kemampuan dalam mendeteksi sidik jari pun terus meningkat. Tidak lagi hanya berkutat di satu area layar, tapi kedepannya bisa diakses dari semua sudut layar.

Tren Smartphone di 2019: Eranya Layar Penuh dan Multi Kamera

Lantas, bagaimana dengan tahun 2019 ini? Kemungkinan besar, tren penggunaan under-display fingerprint ini akan tetap eksis. Bahkan kemungkinan besar tidak lagi hanya dimonopoli oleh produk-produk premium, tapi kelas mid to low pun bisa mencicipi teknologi pengaman data yang cukup ampuh ini.

 

4.   Kamera Pop-up

Seolah ingin mengakhiri tren layar poni yang kian ‘mungil’ untuk beralih ke model fullscreen, OPPO lewat Find X disebut-sebut sebagai pioner tren kamera smartphone ‘mumbul’ alias pop-up. Gebrakan OPPO ini dinilai berhasil. Belakangan muncul berbagai model smartphone yang menerapkan konsep yang hampir mirip. 

Tengok saja Xiaomi Mi Mix 3, Honor Magic 2 dan Lenovo Z5 Pro. Kendati memiliki mekanisme yang berbeda, namun sejatinya menyuguhkan nuansa yang hampir sama. Konsep kamera pop-up atau geser di 2019 ini diprediksi akan terus berkembang, lantaran inovasi ini berupaya untuk menghadirkan interface layar yang lebih luas dengan bingkai yang kian menipis (bezel-less).

Model kamera pop-up pun mengalami evolusi. Kini, bentuknya lebih “mungil” karena hanya untuk meletakan kamera depan untuk selfie. Buktinyatanya diperlihatkan oleh Vivo Nex yang kemudian berlanjut di Vivo V15/V15 Pro, OPPO F11 Pro bahkan beberapa pabrikan ponsel asal China lainnya pun ada yang merilis produk serupa semisal Elephone PX, ELephone U2, Energizer Power Max P18K Pop dan  Energizer Ultimate U620S/630S Pop. Gosipnya, Samsung juga ikut-ikutan menggarap smartphone yang memiliki kamera pop-up.

 

5.   Multi Kamera

Eranya smartphone berkamera utama tunggal sepertinya mulai meredup, sekarang hanya tinggal segelintir saja dan itu pun didominasi oleh ponsel ‘murah-meriah’. Saat ini, jamannya sudah berganti ke smartphone yang mengadopsi lebih dari satu sensor kamera yang posisinya ada di bagian belakang.

Di pasaran, tidak sedikit smartphone yang dijejali dengan kamera ganda, bahkan triple camera yang dipelopori oleh Huawei P20 Pro. Konsep kamera smartphone sendiri terus berubah dan bertambah seiring makin meningkatnya kebutuhan fotografi mobile yang menuntut kualitas foto yang setara DSLR. Muncul lah tren baru lagi smartphone multi kamera seperti Nokia 9 PureView yang dijejali 5 kamera utama dengan struktur lensa yang menyerupai sarang tawon.

Tren Smartphone di 2019: Eranya Layar Penuh dan Multi Kamera

Di 2019 ini, tren smartphone yang memiliki banyak kamera akan tetap terbagi dalam beberapa kelas pasar. Seperti Dual Camera yang didominasi produk entry level, Triple Camera kelas mid-end, Quad Camera hingga Penta Camera yang rata-rata didominasi produk premium.

Tidak tanggung-tanggung, tren kamera ini pun mulai dikolaborasikan dengan inovasi teknologi yang kian canggih. Seperti yang diusung oleh OPPO lewat 10x Optical Zoom yang cukup fenomenal, serta makin tingginya resolusi kamera baik depan maupun belakang.

 

6.   Teknologi Artificial Intelligence (AI) Makin Berkembang

Di awal kemunculannya, fitur-fitur berbasis Artificial Intelligence (AI) mulai diterapkan pada smartphone high-end. Di pertengahan 2018, kemampuan AI ini pun terus berkembang. Dari hanya yang fokus di fitur asisten pribadi, hingga mulai tersebar di fitur kamera. Bahkan, kemampuan AI terbaru pun mampu meningkatkan kualitas foto baik kamera depan maupun belakang. Dari yang hanya sebatas menghadirkan efek kecantikan (beauty), hingga pemodelan 3D.

Teknologi berbasiskan kecerdasan buatan ini pun memungkinkan pengguna untuk menghasilkan foto berkualitas di segala kondisi. Di kondisi pencahayaan minim, hasil foto kamera smartphone konvensional dapat menjadi buram karena keterbatasan resolusi. Namun, dengan kemajuan algoritma pencitraan AI pada smartphone, kalkulasi pencahayaan serta pengenalan sumber cahaya dapat memaksimalkan foto yang ditangkap untuk tetap detail dan jernih.

Tren kedepannya, teknologi AI ini akan kian berkembang dan digadang-gadang bakal lebih maksimal dalam meningkatkan performa perangkat mobile secara keseluruhan. Tidak hanya berkutat di kamera, tapi keseluruhan ekosistem perangkat.

 

7.   Foldable Phone

Tren lain di industri smartphone yang diprediksi akan berkembang di 2019 ini adalah Foldable Phone. Di beberapa tahun kebelakang, konsep smartphone berlayar lipat (fleksibel) memang sempat mencuat. Namun kebanyakan masih hanya sebatas konsep. Di awal 2019 ini, beberapa vendor sudah mulai merealisasikannya.

Sebut saja Samsung yang menghadirkan Galaxy Fold, Huawei dengan Mate X dan yang sejatinya menjadi pelopor di teknologi ini ada Royole FlexPai. Hanya saja, beberapa diantaranya masih sebatas prototype dan belum diproduksi secara masal.

Beberapa periset memprediksi, di tahun 2019 ini akan hadir lagi beberapa pemain besar dunia akan menampilkan produk andalan mereka yang dibekali layar fleksibel, salah satunya Apple iPhone.

Sekarang, setelah beberapa inovasi teknologi mulai menjadi tren yang tidak bisa dibendung lagi, industri seluler pun harus siap mendukungnya. Telkomsel, operator selular terbesar di Indonesia cukup mengerti akan kebutuhan tersebut.

Oleh sebab itu, Telkomsel terus berupaya untuk selalu menghadirkan layanan terbaik bagi konsumen lewat beragam peningkatan dan perluasan coverage jaringan, penawaran paket-paket internet menarik, serta pengembangan teknologi 5G.

Karena tanpa akses seluler yang memadai, semua inovasi teknologi yang menjadi tren tidak akan ada gunanya sama sekali. Mengutip kata-kata salah satu petinggi Telkomsel, “YouTuber berpenghasilan besar, vendor hape berteknologi tercanggih dan aplikator sekelas unicorn, semua ga akan ada faedahnya jika sekali saja sinyal telekomunikasi kita matiin.


Related Blogs