Telkomsel | 13 Agustus 2019
0 shares

Investasi Sambil Majukan Pertanian dan Peternakan Lokal dengan Vestifarm

Bagi yang ingin berinvestasi dengan imbal hasil lebih tinggi daripada sekedar menyimpan di tabungan atau deposito, maka kini ada sistem investasi peer to peer (P2P) dan private equity. Kemajuan teknologi kini membuat sistem investasi atau pemodalan dengan sistem tersebut menjadi lebih mudah.

Ada begitu banyak aplikasi yang berusaha mempertemukan antara investor dan peminjam modal. Salah satunya adalah Vestifarm, istimewanya aplikasi ini khusus untuk bidang peternakan dan pertanian, cocok dengan Indonesia sebagai negara agraris.

Startup ini didirikan oleh Dharma Anjarrahman, Rifki Hidayat, Andina Avika Hasdi, Nugroho Budi Wicaksono dan Nanda Septinana. Pembentukan Vestifarm awalnya dilakukan untuk mengikuti kompetisi Socio Digi Leaders 2016 yang digelar oleh Telkom Indonesia. Vestifarm pun berhasil menjadi juara kedua. Kemudian pada NextDev 2016 yang diselenggarakan Telkomsel, Vestifarm berhasil meraih gelar juara sebagai The Best UKM Apps. Aplikasi ini pun mulai beroperasi pada April 2017.

Beberapa proyek peternakan yang ada di Vestifarm mencakup penggemukan sapi potong dan budidaya udang vaname. Sedangkan untuk pertanian ada berbagai jenis tanaman, seperti padi dan bawang. Tentunya menjelang hari raya kurban berinvestasi di proyek penggemukan sapi ini akan cepat mendapatkan keuntungan terkait dengan tingginya permintaan sapi untuk kurban.

Investasi Sambil Majukan Pertanian dan Peternakan Lokal dengan Vestifarm

Pemodalan yang dibutuhkan petani atau peternak bisa diajukan melalui permohonan kemitraan melalui aplikasi. Setelah itu Vestifarm akan meninjau usaha yang sudah dijalankan. Proyek yang telah disetujui akan ditampilkan pada platform Vestifarm untuk mengumpullkan pendanaan.

Di platform ini, investor dapat memilih proyek dari daftar yang tersedia untuk dimodali. Setiap proyek dibagi menjadi beberapa ratus slot yang bisa dibeli oleh investor. Hal ini memudahkan investor berinvestasi dengan nominal yang tidak terlalu besar, sehingga mudah dijangkau siapa saja.

Misalnya Proyek penggemukan sapi membutuhkan dana Rp300 juta, maka dibagi menjadi 2 ribu slot, sehingga harga satu slot Rp150 juta. Besarnya kisaran pendanaan memang sekitar Rp300 juta sampai Rp500 juta per proyek. Kendati demikian ada juga yang mencapai miliaran, tergantung besarnya proyek. Sistem yang dikenakan pada investasi ini adalah bagi hasil yang besarnya merupakan hasil negosiasi antara Vestifarm dan petani. Pada umumnya besar bagi hasil adalah 50% yang juga disampaikan ketika kampanye pendanaan.

Jangka waktu pembagian imbal hasil ini tergantung dari jenis proyek. Biasanya proyek penggemukan sapi mendapat keuntungan setiap bulan, sedangkan untuk proyek pertanian padi dibagikan setiap panen. Informasi mengenai jangka waktu ini juga disampaikan pada saat kampanye.


Related Blogs