|
|

|
EDGE |
|
|
Telkomsel Pelopori Layanan 3G di Indonesia
Jakarta, 18 Februari 2004
Hari ini, Telkomsel memperkenalkan teknologi EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) yang menandai masuknya layanan selular generasi ketiga (3G) di Indonesia. Dengan diimplementasikannya layanan 3G berbasis teknologi EDGE ini, semakin menguatkan bahwa teknologi selular GSM yang digunakan oleh sekitar 95% negara di seluruh dunia ini, terus melaju dalam berevolusi-inovatif menuju teknologi enhanced 3G. Direktur Utama Telkomsel, Bajoe Narbito menegaskan, “Melalui peluncuran teknologi EDGE ini, Telkomsel menyatakan komitmen dan kesiapannya menuju teknologi enhanced 3G berbasiskan Broadband Mobile Multimedia di Indonesia, jika pemerintah mengamanatkan lisensi 3G kepada Telkomsel dalam waktu dekat”.
Seputar EDGE dan 3G
EDGE (Enhanced Data rate GSM Evolution) merupakan salah satu standar untuk wireless data yang diimplementasikan pada jaringan selular GSM dan merupakan tahapan lanjutan dalam evolusi menuju mobile multimedia communication. EDGE memungkinkan jaringan Telkomsel mempunyai kecepatan transmisi data sekitar 126 kbps (kilobit per second) dan menjadi teknologi dengan transmisi data paling cepat yang saat ini beroperasi di Indonesia. Menurut GSM World Association, EDGE bahkan dapat mencapai kecepatan hingga 473,8 kilobit/detik. Selain peningkatan kecepatan pengiriman data, EDGE juga meningkatkan kapasitas transmisi data di jaringan Telkomsel.
Dengan EDGE, operator selular dapat memberikan layanan komunikasi data dengan kecepatan Iebih tinggi dibanding GPRS General Packet radio Service), di mana GPRS hanya mampu melakukan pengiriman data dengan kecepatan sekitar 25 Kbps. Begitu juga bila dibandingkan platform lain, kemampuan EDGE mencapai 3-4 kali kecepatan akses jalur kabel telepon (biasanya sekitar 30-40 kbps) dan hampir 2 kali lipat kecepatan CDMA 2000 1X yang hanya sekitar 70-80 kbps.
Layanan berbasis teknologi EDGE berkemampuan memberikan berbagai aplikasi layanan generasi ketiga, yakni : high quality audio streaming, video streaming, on line gaming, high speed download, high speed network connection, push to talk dan lain-lain. Sejak pertengahan tahun 2000, platform teknologi Internasional GERAN (GSM EDGE Radio Access Network) telah mengadopsi seluruh spesifikasi 3GPP (third Generation Project Partnersip), hal ini menjadikan teknologi EDGE masuk dalam kelompok teknologi yang memenuhi kualifikasi generasi ketiga UMTS 3G.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan – Bambang Riadhy Qemar mengatakan bahwa saat ini teknologi EDGE masih dalam fase uji coba di beberapa tempat di Jakarta. Lebih lanjut Bambang mengatakan “Sebenarnya hampir seluruh jaringan Telkomsel di inner-city Jakarta sudah siap untuk teknologi EDGE. Namun, sejalan dengan semakin tersedianya ponsel berkemampuan EDGE di pasaran dan minat masyarakat itu sendiri, roll-out EDGE secara Iebih luas akan dilakukan secara bertahap”.
Bambang menambahkan bahwa targetnya pada akhir triwulan pertama tahun 2004 ini, EDGE sudah dapat digunakan oleh pelanggan Telkomsel di beberapa lokasi potensial di daerah Jakarta, terutama di bagian pusat kota. Setelah itu akan diperkenalkan di beberapa kota lain, sesuai kebutuhan pasar dan studi kelayakan bisnis.
Telkomsel tidak akan berhenti di sini. Menurut Bambang, saat ini Telkomsel tengah mempersiapkan diri untuk tahap berikutnya lagi – penggunaan teknologi yang berbasis Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) yang sering disebut 3G. “Kami sudah mulai mempersiapkan berbagai aspek supaya kami siap untuk segera meningkatkan lagi kecepatan transmisi data di masa yang akan datang, seiring dengan semakin tinggi ketergantungan masyarakat terhadap teknologi selular dalam berbagai aktivitasnya,” ungkapnya.
Dengan mempelopori implementasi teknologi EDGE di Indonesia, menjadikan Telkomsel sebagai salah satu dan hanya beberapa operator di dunia yang sudah siap masuk era EDGE (di seluruh dunia baru ada 11 jaringan EDGE yang saat ini beroperasi secara komersil). Hal ini tentunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi perkembangan telekomunikasi selular Indonesia yang industrinya terus melangkah setara dengan negara-negara maju di dunia.
Evolusi Secara Win-win
Pengenalan teknologi EDGE ini dilakukan melalui kegiatan seminar dan demonstrasi teknologi EDGE. Direktur Utama Telkomsel – Bajoe Narbito, mengatakan: “EDGE merupakan fase lanjutan terkini dalam perkembangan jaringan selular. Sebagai pemimpin pasar, Telkomsel senantiasa berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan dan industri”. Bajoe menambahkan bahwa konsep yang dijalankan Telkomsel dalam memandu industri ini adalah evolusi yang mantap namun soft, sehingga tanpa disadari, industri yang terus bergerak ml sudah slap memasuki era 3G.
Bajoe juga mencontohkan bahwa penggelaran secara serempak DualBand (GSM 900&1800) dan dilanjutkan penggelaran GRPS secara serempak, telah berhasil menghantar industri memasuki fase 2,5G secara tidak terasa. “Semua happy, pelanggan yang cenderung suka dengan peningkatan Iayanan dan teknologi atau yang pelanggan yang modis, mendapatkan apa yang diharapkannya - pengembangan di bidang Iayanan dan aneka ragam ponsel dengan berbagal fitur yang semakin Iengkap. Diharapkan teknologi EDGE dapat mendorong peluncuran berbagai aplikasi yang akan berguna bagi konsumen, balk konsumen individual maupun konsumen bisnis.”
Di tingkat elemen pendukung juga seperti mendapat “oxigen’ perusahaan pemasok ponsel menikmati situasi kondusif di pasar sehingga ponsel-ponsel baru mendapat pasar. Perusahaan content, yang semula pasif menunggu adanya media yang tepat untuk menggarap produk dan pasarnya, kini mendapat segmen pasar dan platform yang tepat. Di tingkat pasar, pasar handphone second hand juga menjadi bergairah akibat mendapat aliran berbagai jenis ponsel model sebelumnya dan pelanggan yang membutuhkan perkembangan teknologi serta pelanggan yang modis.
Dalam pameran EDGE yang diadakan Telkomsel, berbagai mitra ikut memperkenalkan kemampuannya dalam penggunaan teknologi EDGE ini. Misalnya Nokia memperkenalkan 3 ponsel terbarunya yang semua berkemampuan EDGE. Di samping itu juga diramaikan oleh kehadiran Ericsson, Siemens dan Motorola. Dan sisi content provider SCTV memamerkan video streaming dengan kecepatan tinggi yang dapat digunakan untuk nonton berita dan Liputan 6 melalui layar ponsel secara real-time. SCTV juga siap menggunakan EDGE untuk pengiriman liputan langsung dan kamera di lapangan kepada studio untuk mempercapat akses masyarakat ke berita terkini.
Menurut Bambang, “Acara Perkenalan EDGE ini terutama diadakan Telkomsel untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengamat industri selular di Indonesia, supaya kita tidak akan ketinggalan dengan negara-negara lain. Kunci sukses dan semua teknologi selalu ada di edukasi sehingga masyarakat dapat merasakan langsung benefit-benefit yang ada dan teknologi tersebut.”
Operator Inovatif
Dengan mengimplementasikan teknologi EDGE yang menandai masuknya industri telekomunikasi selulan Indonesia dalam era 3G, semakin memantapkan posisi Telkomsel sebagal pemimpin pasar sekaligus inovator dalam industri selular di Indonesia.
Sebelumnya, Telkomsel sukses memandu industri selular di Indonesia dengan berbagai inovasi mulai dan mendobrak pasar melalul pengelaran pola distribusi terbuka (1996), mengintrodusir kartu prabayar isi ulang pertama di Indonesia dan Asia (1997), Mobile Banking (1999), solusi penyediaan kapasitas di daerah hi-traffic dengan teknologi Dual Band (2001), memandu memasuki era multimedia melalui penggelaran jaringan GPRS dan Iayanan MMS secana serempak di banyak kota (2002), dan memperkenalkan teknologi WiFi “Surfzone” di Indonesia tahun 2003.
Di tahun 2004, pengimplementasian teknologi EDGE ini merupakan suatu milestone dalam melangkah memberikan Iayanan 3G. Telkomsel telah meningkatkan kemanfaatan dan jaringan GSM dualband-nya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam hal komunikasi data yang berkecepatan tinggi. Hal ini tentunya menggambarkan adanya kemajuan dalam industri selular Indonesia secara keseluruhan. Peluncuran layanan berbasis teknologi EDGE ini dilakukan pada saat yang tepat, di mana tren pelanggan yang menggunakan Iayanan data terus meningkat (hingga kini sekitar 1 juta pelanggan Telkomsel telah mengakses Iayanan data berbasis GPRS).
|
|
|