Overview

Bisnis kami adalah menghubungkan sesama, dan untuk itu kami terus meningkatkan cakupan jaringan serta kualitas pelayanan yang kami berikan. Hal ini kami lakukan secara konsisten mengacu kepada visi kami untuk menjadi penyedia gaya hidup mobile terbaik. Strategi jangka panjang yang kami rumuskan dimaksudkan tidak hanya untuk memperkuat layanan bisnis utama kami, namun juga dalam pengembangan bisnis 'New Wave', dan memperkuat fondasi perusahaan khususnya pada jaringan (network), IT, dan kompetensi sumber daya manusia. Hal ini perlu kami lakukan untuk menunjang performa layanan yang kami berikan dan memberikan kenyamanan berkomunikasi. Secara jangka panjang hal ini juga mampu memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan (stakeholder).
Di dalam membangun dan memperluas jaringan, diantaranya ketika menentukan lokasi transmisi dan infrastruktur lainnya, kami selalu mengadakan konsultasi dengan para pemangku kepentingan di daerah setempat, baik pemerintah, masyarakat dan LSM. Hal ini untuk memastikan adanya kesepakatan antara kedua belah pihak yang tidak merugikan lingkungan maupun masyarakat setempat. Saat ini jumlah BTS kami di seluruh Indonesia mencapai angka 44.000, dimana 57% diantaranya terletak di luar Pulau Jawa. Perhatian ke daerah-daerah terluar kami lakukan karena kami menyadari akan adanya keterbatasan komunikasi digital (digital divide) di Indonesia.

Komunikasi Untuk Semua

Kami berkomitmen untuk terus menjadi yang terdepan di dalam memimpin industri telekomunikasi selular di tanah air. Ada tiga aspek keunggulan yang kami miliki dan hal ini akan terus kami kembangkan: cakupan jaringan dan kualitas layanan, produk dan layanan yang kompetitif, serta layanan inovatif yang bernilai tambah (termasuk broadband). Melalui ketiga keunggulan tersebut, kami berusaha keras untuk dapat menjangkau lebih banyak pelanggan guna menyentuh kehidupan masyarakat di berbagai pelosok tanah air. Keberhasilan pelaksanaan strategi inilah yang menjadi kunci sukses kami di dalam mempertahankan posisi terdepan kami di pasar, dengan lebih dari 100 juta pelanggan.
Dengan semakin tingginya keperluan jaringan broadband di Indonesia dan meningkatnya penggunaan mobile internet, kami pun juga meningkatkan kapasitas jaringan kami, termasuk instalasi layanan high-speed downlink packet access/high-speed packet access (HSDPA/HSPA) ke beberapa kota besar. Hal ini merupakan salah satu upaya kami di dalam menyiapkan kota-kota broadband di seluruh Indonesia, dimana saat ini telah mencapai kota ke-40.
Daerah Terluar

Adanya keterbatasan komunikasi digital di Indonesia antara daerah pedesaan dan perkotaan kami coba jembatani dengan program perluasan jaringan ke daerah yang terisolasi dan terpencil. Melalui proyek Merah Putih (MEnembus daeRAH Pedesaan, indUstri TerpencIl dan baHari), kami melayani desa-desa terpencil, daerah di perbatasan kawasan industri (kawasan lepas pantai, konsesi hutan atau wilayah perbukitan) serta sistem transportasi laut. Saat ini program Merah Putih sudah diimplementasikan di 249 situs (165 area terpencil, 69 kawasan industri dan 15 kapal PELNI)
Telkomsel mampu memberikan layanan ini dengan cara yang terjangkau melalui penggunaan IP (Internet Protocol) berbasis teknologi GSM aplikasi Remote Solution System. Sistem dengan teknologi VSAT IP dan Pico-BTS (Base Transceiver Station) ini menggunakan daya yang disediakan oleh sistem sel surya otomatis atau APB (Automatic Power Backup), di mana listrik komersial tidak tersedia. Sistem tersebut adalah solusi ideal untuk daerah terpencil yang sulit dijangkau, dimana sistem yang dibutuhkan tidak hanya perlu untuk hemat biaya namun juga mudah untuk pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan. Sebagai contoh, sistem Remote Solution ini dapat diterapkan hanya dalam dua hari dibandingkan dengan sistem konvensional yang membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan. Sistem mendukung layanan telepon dan pesan singkat, dan akan terus dikembangkan untuk kebutuhan komunikasi data.
Program ini sejalan dengan inisiatif pemerintah dalam program USO (Universal Service Obligation) yang bertujuan untuk menyediakan akses layanan telepon bagi pedesaan di Indonesia. Sebanyak 25.412 desa berhasil terhubungkan di tahun 2010, dan tidak hanya itu namun Telkomsel juga meluncurkan program Desa Pintar berupa pembentukan Pusat Layanan Telekomunikasi dan Informasi Pedesaan (Pusyantip). Hadirnya akses Telekomunikasi dan Pusyantip ini kemudian mampu menciptakan pertukaran informasi yang lebih dinamis, diantaranya mengenai harga pangan, hasil daerah dan alat perikanan, sehingga mendorong peningkatan ekonomi setempa.