Overview

Inisiatif Telkomsel untuk menerapkan bisnis yang ramah lingkungan merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan di dalam menerapkan 'Green Technology'. Pengembangan jaringan yang ramah lingkungan (green network) kami lakukan untuk mengurangi konsumsi energi dari penggunaan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui . Hal ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, namun juga efektif bagi kegiatan operasional kami.
Pendekatan ramah lingkungan ini juga merupakan salah satu upaya yang dapat kami tempuh untuk meminimalisir emisi karbon dalam mata rantai bisnis kami. Dan hal ini tidak hanya dilakukan di dalam pembangunan green network namun juga ketika kami menghadirkan produk dan layanan yang seperti paperless services.
Di masa mendatang kami akan terus mempromosikan solusi ramah lingkungan, baik di dalam pembangunan jaringan maupun pengembangan produk dan layanan. Penggunaan sumber energi yang terbarukan kami rasa cukup krusial untuk diperhatikan di masa mendatang. Kami juga melihat berbagai kemungkinan untuk dapat berkerjasama dengan para pemasok dan pelanggan untuk menghasilkan inovasi di dalam penghematan energi. Inisiatif-inisiatif 'Go Green' yang kami lakukan ini merupakan komitmen kami untuk terus berkontribusi secara positif dan berkelanjutan terhadap lingkungan.

Jaringan Ramah Lingkungan
Diawali di tahun 2007, penerapan bisnis yang ramah lingkungan dan kebijakan 'Go Green' menjadi salah satu pedoman kami di dalam pengembangan teknologi. Di tahun 2010, kami merupakan operator pertama di Asia yang mengoperasikan generator tenaga microhydro sebagai sumber energi, diantaranya di Suoh, Lampung (13 kilowatt) dan Sumalata, Gorontalo (16 kilowatt). Inovasi penerapan konsep jaringan ramah lingkungan lainnya yang kami implemetasikan di tahun 2010 adalah penggunaan sel bahan bakar (fuel cell) hydrogen sebagai cadangan listrik di tujuh lokasi BTS.

Telkomsel juga merupakan operator telekomunikasi di Asia yang paling banyak menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi, yaitu di 164 BTS dan 6.119 lokasi USO (Universal Service Obligation). Penggunaan tenaga surya ini diutamakan di lokasi-lokasi yang tidak terhubung dengan jaringan listrik negara.
Inovasi jaringan ramah lingkungan lainnya yang kami implementasikan adalah penggunaan sel bahan bakar (fuel cell) hidrogen sebagai cadangan listrik di lokasi BTS. Kami juga mulai menggunakan kipas angin untuk menggantikan fungsi AC di 1.310 lokasi BTS. Selain itu model BTS outdoor juga kami kembangkan dimana tidak diperlukan lagi AC untuk pendingin server.
Produk dan Layanan
Peran ICT kini makin penting dalam mempromosikan konservasi energi dan upaya pengurangan emisi. Pada tahun 2010, Telkomsel telah memperkenalkan program T-Care, yaitu layanan mandiri yang memungkinkan pelanggannya untuk mendapatkan layanan Telkomsel kapan saja dan di mana saja secara online melalui menu USSD, SMS, layanan jejaring internet dan e-mail. Melalui layanan ini pelanggan kami tidak turut berkontribusi menghasilkan emisi karbon dengan menggunakan alat transportasi untuk datang ke gerai Telkomsel. Kapasitas sistem T-Care telah ditingkatkan kinerjanya sehingga dapat menampung ratusan juta transaksi. Adanya T-Care membuat semua proses transaksi dapat dilakukan tanpa menggunakan kertas.
Kami juga memperkenalkan sejumlah layanan yang memiliki potensi menggantikan produk-produk yang berbentuk fisik seperti M-Kios (menggantikan voucher fisik), mobile newspaper, M-Adv (mobile advertising) dan T-Cash (mobile wallet). Kami secara aktif menginformasikan pada para pelanggan tentang semua produk inovatif ini karena kami percaya bahwa ini adalah produk yang efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan.